Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial

3 Des

Dilihat dari arah pergerakannya, terdapat dua bentuk

mobilitas sosial, yaitu:

1.      Mobilitas Vertikal

   Mobilitas vertikal adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok orang pada lapisan yang berbeda. dalam mobilitas vertikal terjadi perpindahan status yang tidak sederajat, yaitu bergerak naik ataupun turun dari strata satu ke strata yang lain.

a.       Social Climbing

   Social climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang.

Social climbing memiliki dua bentuk, yaitu sebagai berikut.

a)     Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah kestatus sosial yang lebih tinggi, dimana status itu telah tersedia. Misalnya, seorang camat diangkat menjadi bupati.

b)   Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi dari lapisan sosial yang sudah ada.

Adapun penyebab social climbing adalah sebagai berikut.

1)    Melakukan peningkatan prestasi kerja. Misalnya, seorang karyawan memiliki reputasi yang baik dan selalu memiliki ide-ide cemerlang untuk memajukan perusahaan, maka ia akan dipromosikan untuk menduduki suatu jabatan.

2)     Menggantikan kedudukan yang kosong akibat adanya proses peralihan generasi.

b.      Social sinking

      Social sinkinng merupakan proses penurunan status atau kedudukan seseorang. Proses social sinking seringkali menimbulkan gejolak psikis bgi seseorang karena ada perubahan pada hak dan kewajibannya.

Social sinking juga mempunyai dua bentuk sebagai berikut.

a)      Turunnya kedudukan seseorang ke kedudukan lebih rendah, misalnya seorang prajurit yang dipecat karena melakukan desersi.

b)  Tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas, misalnya, seorang yang menjabat direktur bank, karena bank yang dipimpinnya bermasalah maka ia diturunkan menjadi staf direksi.

Penyebab sosial singking adalah sebagai berikut.

1)     Berhalangan tetap atau sementara. Misalnya, sakit atau cacat tubuh.

2)      Memasuki masa pensiun.

3)     Berbuat kesalahan fatal yang menyebabkan diturunkan atau dipecat dari jabatannya.

2.      Mobilitas Horizantal

     Mobilitas horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Mobilitas sosial horizontal memiliki dua bentuk, yaitu mobilitas antarwilayah dan mobilitas antargenerasi.

1.      Mobilitas Antarwilayah

Mobilitas antarwilayah merupakan proses perpindahan status seseorang atau sekelompok orang dari satu wilayah ke wilayah lain. Hal ini terjadi karena adanya perubahan dalam struktur masyarakat yang disebabkan oleh faktor ideologi, politik, ekonomi, maupun faktor sosial budaya.

2.      Mobilitas antargenerasi

Perpindahan status atau kedudukan yang terjadi dalam dua generasi atau lebih. Mobilitas antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu mobilitas intergenerasi dan mobilitas intragenerasi.

a)      Mobilitas intergenerasi

Mobilitas intergenerasi adalah perpindahan status atau kedudukan yang terjadi diantara beberapa generasi. Mobilitas intergenerasi terdiri dari dua bentuk, yaitu mobilitas intergenerasi yang naik dan mobilitas intergenerasi yang turun.

b)      Mobilitas intragenerasi

                       Perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang

                       sama. Dalam mobilitas ini bisa juga terjadi gerak naik turun.

3 Tanggapan to “Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial”

  1. lara 9 November 2012 pada 2:14 pm #

    thank’s

  2. gg 17 September 2013 pada 8:40 am #

    :-t

  3. raswan 17 September 2013 pada 8:41 am #

    belage be ciah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: